KESABARAN

 

Aku tak bisa tidur

Orang ngomong, anjing nggonggong

Dunia jauh menghabur

Kelam mendinding batu

Dihantam suara bertalu-talu

Di sebelahnya api dan abu

 

Aku hendakl berbicara

Suaraku hilang, tenaga terbang

Sudah! Tidak jadi apa-apa!

Ini dunia enggan disapa ambil perduli

 

Keras membeku air kali

Dan hidup bukan hidup lagi

 

Kuulangi yang dulu kembali’

Sambil bertutup telinga, berpicing mata

Menunggu reda yang mesti tiba

 

Maret 1943

 

 

RUMAHKU

 

Rumahku dari unggun-timbun sajak

Kaca jernih dari luar segala nampak

 

Kulari dari gedong lebar halaman

Aku tersesat tak dapat jalan

 

Kemah kudirikan ketika senjakala

Di pagi terbang entah ke mana

 

Rumahku dari unggun-timbun sajak

Di sini aku berbini dan beranak

 

Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang

Aku tidak lagi meraih petang

Biar berleleran kata manis madu

Jika menagih yang satu

 

27 Maret 1943

 

 

DENDAM

 

Berdiri tersentak

Dari mimpi aku bengis dielak

 

Aku tegak

Bulan bersinar sedikit tak tampak

 

Angan meraba ke bawah bantal

Keris berkarat kugenggam di hulu

 

Bulan bersinar sedikit tak nampak

 

Aku mencari

Mendadak mati kuhendak berbekas di jari

 

Aku mencari

Diri tercerai dari hati

 

Bulan bersinar sedikit tak tampak

 

12 Juli 1943

 

 

DERAI-DERAI CEMARA

 

cemara menderu sampai jauh

terasa hari akan jadi malam

ada beberapa dahan di tingkap merapuh

dipukul angin yang terpendan

 

aku sekarang orangnya bisa tahan

sudah berapa waktu bukan kanak lagi

tapi dulu memang ada suatu bahan

yang bukan dasr perhitungan kini

 

hidup hanya menunda kekalahan

tambah terasing dari cinta sekolah rendah

dan tahu, ada yang tetap tiak diucapkan

sebelum pada akhirnya kita menyerah

 

 

1949